Tuesday, January 15, 2013

LDR | Lihat Dan Rasakan ?


Wahai para kaum LDR, apakah kalian pernah merasa bosan? Apakah klian pernah merasa iri melihat orang orang berjalan bergandengan tangan dengan pasangannya masing masing? Apakah kalian pernah merasa jenuh? Atau apakah kalian pernah merasa diduakan dengan pekerjaan atau tugas kuliahnya?

Aku pernah merasakan seperti itu, aku bosan dengan keadaan yang terus menerus seperti ini, aku iri melihat orang orang bergandengan tangan, aku jenuh menunggu keadaan yang tidak pasti, dan pada point terakhir ini aku sangat sangat sangat jengah karena diduakan dengan pekerjaannya.

Apa kalian pernah berpikir untuk menyerah saja? Mencari yang lain yang mungkin tidak terpisahkan oleh jarak bahkan bisa bertemu setiap hari? Mencari yang bisa mengantar jemput kemanapun kalian pergi? Atau yang bisa malam mingguan tanpa ada absen setiap minggunya?

Mungkin memang ini alasan yang masuk akal mengapa banyak kaum LDR yang tidak sampai pada ujung yang diinginkan, karena ego yang terlalu berlebih, karena lebih memikirkan kepentingan diri sendiri.
Apa kalian tidak memikirkan apa yang dia lakukan di sebrang sana? Apa kalian lebih berpikir bahwa dia disana sedang bersenang senang dengan wanita lain? apa kalian berpikir jika dia tidak membalas sms kalian itu berarti dia sedang sibuk membalas sms orang lain?

Aku juga sering berpikiran hal yang sama, tapi faktanya dia jauh dari apa yang saya bayangkan selama ini, dia adalah orang yang sangat hebat disaat orang orang sedang beristirahat dia dengan semangatnya menaiki tower diatas gedung seperti pemanjat tebing profesional, disaat makhluk makhluk gaib sedang gencar gencarnya berkeliaran, dia dengan berani berjalan sendirian di lobby mall yang sudah sangat sepi bahkan mungkin angker, disaat orang lain harus tidur selama 8 jam dalam sehari, dia mungkin tidur selama 8 jam dalam 3 hari hanya untuk melaksanakan tugasnya yang tidak semua orang bisa melakukanya.

Keegoisan sudah pasti ada, ketika kita sebagai wanita mungkin kurang diperhatikan. Aku marah! Aku menuntut hakku untuk mendapatkan perhatian lebih dari pasangan, mengapa orang lain mendapatkannya sedangkan aku tidak?

Apabila dipikir dengan akal yang sehat bagaimana cara seseorang memperhatikan orang lain sedangkan tubuhnya sendiri tidak dia perhatikan? Bagaimana dia bisa menanyakan kabar orang lain jika kabar dirinya sendiri dia tidak tahu? Bagaimana dia bisa menanyakan sudah makan atau belum jika dia sendiri lupa apa dia sudah makan atau belum?

Mungkin aku lebih beruntung dari kaum LDR lainnya, ada yang bertemunya hanya 6 bulan sekali hanya pada saat liburan semester, ada juga yang 8 bulan sekali, ada yang 1 tahun sekali, ada yang dari awal pacaran sampai 5 tahun tidak pernah bertemu tapi akhirnya mereka menikah, kuncinya yaitu keyakinan. Apabila dari awal kita sudah yakin bisa menjalaninya pasti akan terlihat lebih mudah untuk kedepannya, namun jika sebaliknya dari awal saja sudah ragu otomatis kedepannya akan terasa lebih berat.

Pacaran jarak jauh bukanlah sesuatu yang mengerikan, diambil dari buku Long Distance Hearts bahwa “LDR it tak seburuk yang kita bayangkan” cerita tentang pasangan LDR yang terpisahkan jarak antara jawa dan maluku utara. Seperti yang dikatakan oleh pasangan LDR yang satu ini “jangan pernah kamu memiliki prasangka atau berfikiran jelek terhadapku, karena itu akan merusak hubungan kita” selama kita tidak berprasangka buruk terhadap pasangan, hati kita damai dan dijauhkan dari masalah yang bisa merusak hubungan yang telah kita jaga.

Rindu yang membuncah setiap harinya membuat mood dan emosi naik turun, menangis setiap malam mungkin sudah menjadi ritual yang rutin, namun komitmen, kepercayaan dan komunikasi menjadi kunci utama hubungan LDR, kesabaran dan kesetiaan juga sangat teruji karena hanya bisa bertemu beberapa kali dalam setahun. Teringat salah satu lirik lagu “There can be miracles when you believe...”  aku percaya semua akan indah pada waktunya.

No comments:

Post a Comment