Aku ingin menceritakan kehidupan salah satu
tetangga rumahku yang sangat memprihatinkan, aku dan semua tetanggaku biasa
memanggilnya bi ade. Dia adalah anak bungsu dari 4 bersaudara yang semuanya
perempuan, mereka semua kini sudah menikah kecuali bi ade, kakak kakaknya
terlahir normal hanya dia saja yang sedikit berbeda. Suaranya tidak jelas
didengar, kelakuannya hampir seperti orang tidak waras, kerjaan sehari harinya
hanya mengelilingi komplek siang dan malam, kadang membuang sampah milik
tetangga ke TPA dengan imbalan 1000 rupiah, untuk mandipun dia pergi ke sungai.
Beruntung dia masih mempunyai keluarga yang lengkap meskipun kedua orang tuanya
sudah renta. Tahun 2010 kakak kedua dari bi ade pindah keluar kota ikut dengan
suaminya kini tersisa dua kakak bi ade yang masih tinggal di sekitar rumah
orang tuanya.
Pada akhir 2010 kakak tertua dari bi ade
meninggal dunia karena salah satu penyakit parah dan tidak sempat dilarikan
kerumah sakit karena keterbatasan biaya, suami dari kakaknya pun tidak bekerja
hanya luntang lantung kerja serabutan dan anaknya pernah masuk penjara karena
ketahuan mencuri handphone salah satu temannya.
Orang tua dan semua tetangga berpikir untuk
membawa bi ade saja ke rumah sakit jiwa siapa tahu kalau dia disana bisa dirawat
dengan layak karena keadaan orang tuanya yang sudah tua dan kakak yang ketiga
sibuk dengan keluarganya sendiri sudah tidak sanggup lagi merawatnya sampai
sampai bi ade sering buang air besar dan kecil di gang gang atau di halaman
rumah tetangga. Akhirnya bi ade pun dibawa ke rumah sakit jiwa terdekat.
Selang 2 minggu bi ade dikembalikan oleh pihak
rumah sakit, mereka mengatakan bahwa dia tidak gila hanya saja ada kelainan
pada dirinya dan ini tidak bisa disembuhkan. Terpaksa bi ade kembali ke rumah
dengan dirawat oleh kedua orang tuanya.
Pada tahun 2011 ayah dari bi ade yang sudah
hampir 80 tahun meninggal dunia disusul oleh istrinya yang hanya berselang 2
minggu setelah kematian ayah bi ade. Kini bi ade hidup sendiri ditemani kakak
ketiganya yang tinggal bersebelahan dengan rumah bi ade. Hidup bi ade kembali
normal setelah sebulan kematian orang tuanya, seperti biasa dia hanya berjalan
mengelilingi komplek siang malam tanpa lelah, kita sebagai tetangga hanya bisa
menegur menyuruh dia untuk istirahat saja dirumah.
Pertengahan tahun 2012 kakak dari bi ade
beserta keluarganya kabur entah kemana, kabar dari tetangga dia mempunyai utang
dimana mana dengan alasan untuk menghidupi bi ade padahal bi ade tidak pernah
sama sekali merasakan uang tersebut bahkan rumah orang tuanya bi ade pun kini
kosong karena barang barangnya sudah habis dijual oleh kakak ketiganya itu.
Sekarang bi ade hidup sendirian, benar benar
sendirian. Kakak kedua nya meminta dia untuk pindah dan tinggal bersamanya
namun dia tidak mau dia lebih memilih tinggal disini dirumah ayah dan ibunya.
Seperti biasa bi ade hanya berjalan jalan
keliling komplek setiap harinya dengan suaranya yang tidak jelas namun khas,
kadang ibuku memberinya sedikit uang untuk makan dan tetangga yang lain pun
melakukan hal yang sama secara bergantian.
Sekarang saat aku menulis cerita ini suara bi
ade masih terdengar di telingaku, dia orang yang tak kenal lelah. Mungkin
apabila tuhan mentakdirkan dia untuk hidup normal dia akan menjadi orang sukses
yang berguna untuk orang lain.
No comments:
Post a Comment